Rogojampi – Proses verifikasi dan validasi Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi berlangsung lancar dan sukses, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor MWC NU Rogojampi tersebut dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.45 WIB.
Sebanyak 23 dari 28 Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi hadir dalam agenda tersebut. Tingkat kehadiran yang mencapai lebih dari 80 persen itu menunjukkan keseriusan pengurus ranting dalam mengikuti proses penataan administrasi dan penguatan organisasi Nahdlatul Ulama.
Kegiatan verifikasi dan validasi dibagi menjadi dua ruang komisi. Ruang pertama diperuntukkan bagi Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris Ranting NU, sedangkan ruang kedua menjadi tempat verifikasi bagi jajaran Syuriah Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi.
Pada komisi Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris Ranting, proses verifikasi dipimpin H. Bisri Musthofa, M.Pd. bersama empat tim yang bertugas memeriksa dokumen dari 23 ranting yang hadir. Pemeriksaan dilakukan terhadap kelengkapan, kebenaran, dan kesesuaian dokumen serta data yang diajukan berdasarkan ketentuan organisasi.
Setiap tim juga mencatat hasil pemeriksaan sekaligus memberikan rekomendasi sesuai temuan di masing-masing ranting. Pertanyaan yang disampaikan kepada pengurus ranting pun tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kondisi, kelengkapan administrasi, dan permasalahan yang dihadapi masing-masing ranting.
Salah satu pembahasan muncul ketika Ustaz Abdul Hamid, M.Pd.I., Ketua Ranting NU Rogojampi 1, memberikan penjelasan mengenai kondisi Ranting NU di Desa Rogojampi yang saat ini terbagi menjadi Ranting NU Rogojampi 1 dan Ranting NU Rogojampi 2.
Menurutnya, pembagian tersebut berkaitan dengan kondisi demografis Desa Rogojampi yang memiliki wilayah cukup luas. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi agar kondisi riil di lapangan dapat dipahami oleh tim PCNU Banyuwangi.
Sementara itu, proses verifikasi pada Komisi Syuriah Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi dipimpin oleh KH Masfu’ Ali, Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi. Para pengurus Syuriah ranting mengikuti proses pemeriksaan dan penyampaian data sesuai dengan kondisi organisasi masing-masing.
Sosialisasi Penataan Ranting dan Anak Ranting
Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, seluruh Ketua dan Sekretaris Ranting NU dikumpulkan dalam satu ruangan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan arahan sekaligus sosialisasi awal mengenai keberadaan ranting dan anak ranting berdasarkan AD/ART Nahdlatul Ulama.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa ke depan akan dilakukan penyesuaian struktur ranting. Secara umum, setiap desa diarahkan memiliki satu ranting, kecuali apabila suatu desa memenuhi persyaratan untuk memiliki dua ranting.
Bagi wilayah yang belum memenuhi persyaratan untuk berdiri sebagai ranting, struktur tersebut nantinya dapat diarahkan menjadi anak ranting. Penyesuaian tersebut direncanakan mulai berlaku pada 2028, setelah masa berlaku seluruh SK ranting yang ada saat ini berakhir, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan dengan merujuk pada Perkum No. 4 Tahun 2025 Pasal 7 dan Perkum Nomor 14 ayat (4).
Penjelasan tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan dari pengurus ranting. Pasalnya, saat ini terdapat beberapa desa yang memiliki lebih dari satu ranting NU, sehingga muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan peleburan ranting dan dampaknya terhadap dinamika organisasi di tingkat ranting maupun anak ranting.
Mustofa Bisri menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut masih merupakan tahap sosialisasi awal. Karena itu, teknis pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut.
“Pembentukan kepengurusan baru di tingkat anak ranting ditetapkan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU untuk masa percobaan selama tiga bulan sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 14 ayat (4), melalui mekanisme penunjukan kepengurusan dengan masa kerja terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses penyesuaian tersebut tidak dilakukan secara serta-merta. “Dan semua ini masih akan disesuaikan sampai akhir tahun 2028,” tambahnya.
MWC NU Rogojampi Apresiasi Komitmen Ranting
Ketua Tanfidziyah MWC NU Rogojampi, Anwar Rofiq, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi pengurus ranting dalam mengikuti proses verifikasi dan validasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang tertib dan memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus PCNU Banyuwangi, khususnya Tim Verifikasi, yang sudah berkenan hadir untuk melaksanakan tugas sebagai tim verifikasi dan validasi ranting,” ujar Anwar Rofiq.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi yang telah hadir dan mengikuti proses tersebut dengan baik.
“Terima kasih juga kepada pengurus ranting NU se-kecamatan yang telah hadir melaksanakan verifikasi dan validasi ranting NU. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam memajukan organisasi Nahdlatul Ulama,” tambahnya.
Bagi MWC NU Rogojampi, proses verifikasi dan validasi bukan sekadar pemeriksaan dokumen administratif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengetahui kondisi nyata organisasi di tingkat ranting sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara PCNU, MWC NU, dan seluruh ranting.
Kehadiran 23 ranting dari 28 ranting yang ada menunjukkan bahwa proses penataan organisasi mendapatkan perhatian serius dari pengurus di tingkat bawah. Semangat tersebut menjadi modal penting untuk terus merawat jam'iyah melalui tertib administrasi, musyawarah, kebersamaan, dan khidmah.
Proses penataan organisasi tentu membutuhkan komunikasi yang baik dan kesabaran dari seluruh pihak. Dengan mengedepankan prinsip musyawarah serta menjaga ukhuwah, setiap penyesuaian diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan tetap berorientasi pada kemaslahatan Nahdlatul Ulama.
Verifikasi dan validasi Ranting NU se-Kecamatan Rogojampi menjadi salah satu langkah untuk menata organisasi agar semakin rapi, kuat, dan mampu memberikan manfaat. Semoga ikhtiar bersama ini terus dirawat dengan semangat khidmah, guyub, dan saling menguatkan demi kemajuan NU serta kemaslahatan warga Nahdliyin.